1. Bismillaahirrahmaanirrahiim
2. Salah satu pertanyaan yang
sering muncul baik dari Syabab Hizbut Tahrir maupun pihak luar adalah
aktifitas Thalbun Nushrah | Bahkan bagi mereka yang belum paham, aktifitas ini juga dianggap remeh
3. Yang tidak mengetahui shirah Rosul mengatakan ‘Rasulullah tidak
pernah melakukan aktifitas Tholabun Nushroh. Rosul ke Thaif untuk
berdakwah’ | Yang sama sekali tidak tahu apa itu Thalabun Nushroh juga
mengatakan ‘Tholabun Nushroh hanya untuk Rosul. Sahabat tidak pernah
melakukannya’ | Lha wong zaman sahabat Khilafah sudah tegak, Islam sudah
kuat, masa iya sahabat melakukan Thalabun Nushroh? squint emotikon
| Ada-ada saja komentarnya | Sejak Khilafah berdiri di Madinah, Rosul
juga sudah tidak melakukan aktifitas ini | Karena ini memang aktifitas
sebelum Khilafah tegak
4. Ada juga yang mengatasnamakan berjuang
demi Islam namun ketika mendengar kata Thalabun Nushroh sebagai menerima
kekuasaan mereka mengatakan | ‘Enak sekali Hizbut Tahrir, tidak
berjuang, tidak angkat senjata, giliran wilayah dikuasai Mujahidin
meminta kekuasaan itu’ | Sebenarnya mereka berjuang untuk Islam atau
bukan? | Bukankah yang ditawarkan Hizbut Tahrir adalah tegaknya Syariat
Islam? | Kenapa komentar itu keluar kalau tujuannya sama-sama untuk
Islam?
5. Baik, kita mulai pembahasan Tholabun Nushroh | Kita akan awali dengan maknanya terlebih dahulu
6. Thalabun-Nushrah adalah aktivitas mencari perlindungan dan kekuasaan
yang dilakukan partai politik islam pada penghujung tahapan kedua
dakwah atau tahapan berinteraksi dengan umat (at-tafa’ul ma’a al-ummah) |
Jadi Thalabun-Nushrah merupakan aktifitas yang dilakukan pada
penghujung tahap (marhalah) dakwah kedua (sebelum tahapan dakwah ketiga,
pengambilalihan kekuasaan atau marhalah Istilâm al-hukm) | Jadi bukan
tahapan dakwah itu sendiri
7. Thalabun Nushroh memilik dua tujuan
| 1. Untuk mendapatkan perlindungan atau himayah bagi para pengemban
dakwah beserta kegiatan dakwahnya | Ini bisa dilihat ketika Rasulullah
mendapatkan jaminan keamanan dari Abu Thalib | 2. Untuk mendapatkan
kekuasaan yang akan menegakkan hukum Allah dengan tegaknya Khilafah |
Ini bisa dilihat ketika Rasulullah mendapatkan jaminan keamanan untuk
penegakkan Negara Islam oleh kaum Anshor di Madinah
8. Dan perlu
ditekankan disini bahwa aktifitas Thalabun Nushroh merupakan thoriqoh
(metode) dakwah Rosul | Dimana metode ini sudah baku dan tak bisa
ditawar lagi | Jadi, thalabun Nushroh bukanlah uslub (cara) dimana bisa
berubah-ubah sesuai situasi dan kondisi
9. Oleh sebab itu, siapapun yang ingin menegakkan Khilafah Ala Minhajin Nubuwwah harus melalui proses ini | Thalabun Nushroh
10. Mari kita lihat perjalanan dakwah Rasulullah saw dalam melakukan
aktifitas thalabun Nushroh ini | Beliau memulai melakukannya pada tahun
ke-8 kenabian, khususnya setelah wafatnya paman beliau Abu Thalib dan
istri beliau Khadijah, dan semakin meningkatnya gangguan fisik dari kaum
Quraisy kepada beliau | Rasulullah saw. melakukan thalabun-Nushrah
kepada banyak kabilah, baik di kampung kabilah itu sendiri maupun di
tempat-tempat mereka saat musim Haji di Makkah
11. Ibnu Saad
dalam kitabnya At-Thabaqat menyebutkan 15 kabilah yang didatangi
Rasulullah saw. dalam rangka thalabun-Nushrah | Mereka adalah kabilah
Kindah, Hanifah, Bani ‘Amir bin Sha’sha’ah, Kalb, Bakar bin Wail,
Hamdan, dan lain-lain | Kepada setiap kabilah Rasulullah saw. mengajak
mereka untuk beriman dan memberi Nushrah kepada beliau untuk memberikan
kekuasaan demi tegaknya agama Allah
12. Ibn Katsir menyatakan di
dalam sirah dari Ali bin Abi Thalib, ia berkata | Ketika Allah
memerintahkan rasul-Nya untuk menyodorkan diri beliau kepada
kabilah-kabilah Arab, beliau keluar dan saya dan Abu Bakar bersama
beliau ke Mina hingga kami datangi majelis-majelis orang Arab
13.
Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibn Katsir dari Ibn Abbas dari
al-‘Abbas ia berkata: Rasulullah saw bersabda kepadaku | Saya tidak
melihat padamu dan saudaramu perlindungan | Apakah engkau mau
menemaniku keluar ke pasar besok, hingga kita berdiam di tempat-tempat
singgah kabilah-kabilah orang –dan mereka adalah sekumpulan orang Arab-“
| Al-‘Abbas berkata, “Maka aku katakan, ini Kindah dan kemahnya, dan
mereka adalah orang yang terbaik yang menunaikan Haji dari orang Yaman |
Ini tempat singgah Bakar bin Wail | Ini tempat singgah Bani Amir bin
Sha’sha’ah | Pilihlah untuk dirimu.” Al-‘Abbas berkata: “Maka beliau
memulai dengan Kindah dan beliau mendatangi mereka”
14. Dan
aktifitas mendatangi kabilah-kabilah ini bukan semata-mata berdakwah
kepada mereka agar masuk Islam melainkan juga meminta mereka untuk
melindungi dakwah Rasulullah dengan terbentuknya Negara | Jadi keliru
kalau ada yang mengatakan aktifitas ini hanya untuk berdakwah semata dan
bukan meminta perlindungan untuk menegakkan Negara yang akan menerapkan
Syariat Islam
15. Karena itu, Bani ‘Amir bin Sha’sha’ah, ketika
Rasul saw meminta nushrahnya. Mereka berkata: | “Bagaimana pandanganmu
jika kami membai’atmu atas urusanmu, kemudian Allah memenangkanmu atas
orang yang menyelisihimu, apakah perkara (kekuasaan) sesudahmu menjadi
milik kami? Rasul menjawab, “Perkara (kekuasaan) ada pada Allah, Dia
akan serahkan sesuai kehendak-Nya.” Al-‘Abbas berkata: “Maka salah
seorang berkata kepada beliau: “Apakah kami dikorbankan orang Arab untuk
melidungimu dan jika Allah memenangkanmu, urusan (kekuasaan) untuk
selain kami! Kami tidak ada keperluan dengan urusanmu. Lalu mereka
menolak beliau”
16. Disini bisa dilihat bahwa mereka mengetahui
bahwa nuhsrah tersebut adalah untuk menegakan negara. Maka mereka ingin
menjadi penguasanya setelah Rasulullah saw
17. Demikian juga Bani
Syaiban berkata kepada Rasul saw ketika beliau meminta nushrahnya: |
“Sungguh kami tinggal di antara dua bahaya”. Rasul bersabda: “apakah dua
bahaya itu?” Ia berkata: “Sungai Kisra dan perairan al-Arab.
Sesungguhnya kami tinggal di atas perjanjian yang diambil oleh Kisra
atas kami, bahwa kami tidak membuat insiden dan tidak mendukung pembuat
insiden. Dan saya melihat perkara yang engkau minta termasuk apa yang
tidak disukai oleh para raja. Jika engkau ingin kami mendukungmu dan
menolongmu dari apa yang mengikuti perairan Arab, kami lakukan.”
Rasululah saw pun bersabda: “Engkau tidak berlaku buruk dalam menolak,
sebab engkau menjelaskan dengan jujur. Dan sesungguhnya agama Allah itu,
tidak akan menolongnya kecuali orang yang melingkupinya dari segala
sisinya”
18. Jadi mereka memahami bahwa Nushrah itu berarti
pemerintahan dan jihad melawan orang Arab dan non Arab | Maka mereka
setuju memerangi orang Arab, dan tidak setuju memerangi Persia.
19. Lalu dari mana kita mengetahui bahwa Thalabun Nushroh adalah Thariqah dakwah Rosul dan bukan uslub yang bisa berubah-ubah?
20. Kita bisa melihat dari sikap Rasulullah yang tidak berubah |
Penolakan demi penolakan yang datang beruntun silih berganti | Namun,
Rasulullah saw. tidak mengubah cara ini dengan cara lain dan terus
memegang teguh cara ini dengan gigih walaupun sering menghadapi
kegagalan dan penolakan
21. Ini merupakan qarinah (indikasi) yang
jazim (tegas) bahwa thalabun-Nushrah yang dilakukan Rasulullah saw.
adalah suatu kewajiban dan perintah syar’i, yakni perintah dari Allah
SWT, bukan inisiatif Rasulullah saw. sendiri atau sekadar tuntutan
keadaan
22. Dari sini pula kita bisa memahami bahwa satu-satunya
metode yang sahih untuk mendapatkan kekuasaan dan mendirikan Khilafah
adalah thalabun-Nushrah | Bukan dengan cara-cara lain semisal mendirikan
masjid, rumah sakit, sekolah atau menolong kaum fakir-miskin dan
mengajak pada akhlaqul karimah | Ini semua amal salih, tetapi bukan
metode menegakkan Khilafah
23. Metodenya bukan pula dengan
mengangkat senjata memerangi penguasa, atau dengan terjun ke politik
praktis dengan masuk parlemen atau pemerintahan secular | Bukan pula
dengan pengerahan massa (people power) untuk menggulingkan kekuasaan
24. Itu terkait peristiwa Thalabun Nushroh | Sekarang kita akan melihat kepada siapa Nushroh itu diminta dan siapa saja mereka
25. Tentu Nushroh ini diminta dari Ahlun Nushroh atau Ahlul Quwwah |
yaitu orang-orang yang berkemampuan untuk memberikan kekuasaan | Mereka
bisa jadi adalah orang-orang yang sedang memegang kekuasaan, misalnya
panglima militer | Atau bisa jadi tidak sedang memegang kekuasaan, namun
memiliki pengaruh yang kuat kepada masyarakat | Misalnya kepala kabilah
termasuk aliansi jihad atau Mujahidin yang sudah menguasai satu wilayah
penuh
26. Berikut adalah beberapa point penting terkait Ahlun Nushroh
27. Pertama | Ahlun Nushrah haruslah sebuah kelompok (jama’ah), bukan
individu. Sebab, Rasulullah saw. hanya meminta Nushrah dari kelompok,
bukan dari individu-individu, kecuali individu itu adalah representasi
dari sebuah kelompok | Ini bisa dilihat dari Rasulullah saw. mendatangi
kabilah Tsaqif di Thaif, yang kedudukan kabilah itu setara dengan Negara
| Beliau juga mendatangi Bani ‘Amir bin Sha’sha’ah sebagai
individu-individu yang merepresentasikan sebuah Negara
28. Kedua |
Ahlun Nushrah haruslah kelompok yang kuat, yakni berkemampuan
menyerahkan kekuasaan, termasuk mampu mempertahan-kan Khilafah kalau
sudah berdiri | Rasulullah saw. pernah meminta Nushrah dari kabilah
Bakar bin Wail. Namun, Rasulullah saw. kemudian membatalkannya setelah
tahu kabilah itu tidak berkemampuan. Rasulullah saw. bertanya kepada
kabilah Bakar bin Wail, “Berapa jumlah kalian?” Mereka menjawab,
“Banyak, seperti butiran tanah.” Rasulullah saw. bertanya lagi,
“Bagaimana kekuatan kalian?” Mereka menjawab, “Tak ada kekuatan (laa
mana’ah). Kami bertetangga dengan Persia, tetapi kami tak mampu
melindungi kami dari mereka…” Akhirnya Rasulullah saw. hanya mengajak
mereka ingat kepada Allah dan mengabarkan kerasulan beliau
29.
Ketiga | Ahlun Nushrah wajib orang-orang muslim, tak boleh non-muslim |
Beliau meminta mereka beriman lebih dulu, setelah itu baru meminta
mereka memberikan perlindungan kepada Rasulullah saw. Ini jika Nushrah
yang diminta berupa dukungan untuk memperoleh kekuasaan. Adapun jika
untuk kepentingan perlindungan pribadi (himayah syakhshiyah), boleh
berasal dari non-muslim, seperti halnya Rasulullah saw. yang mendapat
perlindungan dari paman beliau Abu Thalib yang non-muslim
30.
Keempat | Ahlun Nushrah haruslah orang-orang yang mendukung syariah dan
Khilafah, bukan orang yang memusuhi islam seperti kaum sekular, liberal,
dsb | Rasulullah saw. mendapatkan Nushrah dari kabilah Aus dan Khazraj
setelah kedua kabilah itu mendapatkan pengajaran agama Islam dari Mushab
bin Umair ra. di Madinah
31. Kelima | Ahlun Nushrah harus berada
sepenuhnya di bawah kendali partai politik yang mereka dukung, bukan
menjadi kekuatan terpisah di luar kontrol | Ini dapat dilihat dari
bagaimana Rasulullah saw. mengendalikan sepenuhnya kabilah Aus dan
Khazraj yang memberikan Nushrah | Misalnya, Rasulullah saw. meminta
kabilah Aus dan Khazraj untuk memilih 12 orang dari mereka sebagai wakil
mereka untuk bermusyawarah dengan Rasulullah saw | Rasulullah saw. juga
melarang kabilah Aus dan Khazraj untuk memerangi penduduk Mina | Ini
menunjukkan semua urusan Ahlun Nushrah berada sepenuhnya di bawah
kendali Rasulullah saw
32. Keenam | Ahlun Nushrah tidak
dibenarkan meminta kompensasi atau konsesi tertentu sebagai imbalan
melakukan thalabun-Nushrah, misalnya meminta jabatan tertentu setelah
Khilafah berdiri | Ini tampak jelas dari penolakan Rasulullah saw.
terhadap permintaan kabilah Bani ‘Amir bin Sha’sha’ah yang mensyaratkan
agar setelah Rasululah saw. meninggal kekuasaan diserahkan kepada mereka
33. Ketujuh | Ahlun Nushrah disyaratkan tidak terikat dengan perjanjian
internasional yang bertentangan dengan dakwah, sementara mereka pun tak
mampu melepaskan diri dari perjanjian internasional itu | Jadi, tak
diterima, misalnya, Ahlun Nushrah yang masih terikat dengan perjanjian
Camp David dengan AS untuk melindungi Israel | Hal ini karena Rasulullah
saw. dulu tidak jadi meminta Nushrah dari kabilah Bani Syaiban, karena
mereka masih terikat perjanjian dengan Kerajaan Persia untuk tidak
saling menyerang, sedang mereka pun tidak mampu melepaskan diri dari
perjanjian itu
34. Lalu siapa yang bisa melakukan aktifitas
Thalabun Nushroh ini ? | Thalabun-Nushrah adalah aktivitas yang berat
sekaligus berisiko | Tidak setiap anggota Hizbut Tahrir mampu memikul
tugas mulia ini | Maka dari itu, thalabun-Nushrah tak menjadi kewajiban
umum untuk setiap anggota, namun hanya menjadi kewajiban sebagian
anggotanya saja
35. Inilah yang dilakukan oleh Hizb yang dimulai
dari tahun enam puluhan pada abad dua puluh dan Hizb masih terus
melakukannya hingga saat ini
36. Kami memohon kepada Allah SWT
agar memuliakan umat ini dengan para penolong (anshar) yang
mengembalikan jejak langkah kaum Anshar yang pertama, sehingga daulah
islam ditegakkan, daulah al-Khilafah ar-Rasyidah, dan rayah al-‘Uqab,
Rayah Rasulullah saw berkibar di ketinggian | Dan pada hari itu
orang-orang Mukmin bergembira karena pertolongan Allah
.
.
.
.
.
.
.
Share agar saudara semuslim lainnya mengetahui informasi ini | Ini pula
bagian dari dakwah | Siapa tahu ada dari pihak Ahlul Quwwah yang
membaca ini dan tercerahkan sebagaimana tanggungjawab mereka terhadap
Umat dan Agama Allah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar