Refleksi Sumpah Pemuda Demi Kebangkitan Islam
Oleh : Hizaruddin (Ketua LKM HTI Cha pter UHO).
Pada tanggal 28 Oktober 1928 sumpah pemuda tercetus kala itu, dan
hingga saat ini masih sering kita mendengar peristiwa itu, karna hal ini
menjadi sebuah momen seremonial setiap tahunnya yang di peringati
tanggal 28 Oktober tepatnya. Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama
dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Yang katanya sih sering
saya dengar dan saya baca Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi
semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.
Sumpah Pemuda adalah merupakan cikal bakal lahirnya symbol sebuah bangsa
yang kita kenal kala itu dengan sebutan Indonesia hingga saat ini. Yang
dimaksud dengan "Sumpah Pemuda" adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua
yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta).
Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada "tanah air Indonesia",
"bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia". Keputusan ini juga
diharapkan menjadi asas bagi setiap "perkumpulan kebangsaan Indonesia"
dan agar "disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat
perkumpulan-perkumpulan".
Istilah "Sumpah Pemuda" sendiri tidak
muncul dalam putusan kongres tersebut, melainkan diberikan setelahnya.
Berikut ini adalah bunyi tiga keputusan kongres tersebut sebagaimana
tercantum pada prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda. Penulisan
menggunakan ejaan van Ophuysen.
Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Kongres sumpah pemuda saat itu di prakarsai oleh berbagai macam dan
ragam perkumpulan pemuda masa itu,misalnya kita bisa lihat dari panitia
kongres :
Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
Pembantu V : Rochjani Soe’oed (Pemoeda Kaoem Betawi)
Tetapi yang perlu di ingat adalah peran penting yang di lakukan oleh
pemuda muslim saat pencetusan kongres pemuda II, tetapi sampai saat ini
belum ada yang menguak dan memberitakan semua itu, mungkin bangsa ini
pura-pura tidak tau seakan mereka tidak terlibat atau di akibatkan oleh
distorsi sejarah.
Sumpah menggelegar penuh makna yang hampir
seabad itu sudah di ujung tanduk (Zulkifly Hasan ketua MPR) karna motif
gerak pemuda saat ini banyak di pengaruhi oleh tendensi politik
demokrasi yang berlaku di negri ini. Di perparah lagi oleh berbagai
macam perseteruan parpol yang melibatkan garda-garda pemudanya,
perseteruan kubu oposisi, degradasi moral dan lain sebagainya. Sehingga
untuk mendapatkan para pemuda tangguh lagi berkarakter Islami susah
untuk kita dapatkan saat ini. Untuk mengatakan bahwa pemuda saat ini
rusak dan bobrok tidak perlu kita yang mengatakannya, justru yang
menjadi kekawatiran para politisi dan petinggi bangsa ini adalah mau di
bawah kemana masa depan bangsa ini jika pemudanya seperti ini terus.
Tapi siapa menyangka jika sebenarnya sumpah pemuda yang diperingati
tiap tahunnya itu tidak memiliki dokumen dan bukti sejarah yang otentik.
Hari sumpah pemuda merupakan suatu rekonstruksi simbol yang sengaja
dibentuk kemudian setelah sekian lama peristiwa tersebut berlalu yaitu
adanya pembelokan kata “Poetoesan Congres” menjadi kata “Sumpah
Pemuda”. ini bisa terjadi karena sebagai cara Soekarno untuk memberikan
peringatan keras kepada kelompok pejuang islam yang kala itu muncul yang
katanya menentang keutuhan bangsa Indonesia.
Sebelum tahun 1928
pergerakan pemuda Indonesia sangatlah banyak. Beragam pula tujuan dan
asasnya. Sebagai contoh, Jong Ambon, Jong Java, Jong Sumatera. dan juga
ada pergerakan pemuda Islam yang memang menjadikan Islam sebagai ikatan
di antara mereka. Namun, seperti sudah kita ketahui sejarahnya, mereka
disatukan dalam ikatan yang lebih besar. Jadilah pemuda-pemuda yang
tadinya tercerai-berai di berbagai daerah -termasuk yang menjadikan
Islam sebagai tujuannya- bersatu dalam semangat Indonesia dalam ikatan
Nasionalisme ;Indonesia. Tanah air, bangsa, dan bahasa yang satu, yakni
Indonesia.
Kemudian pada kongres pemuda II tepatnya pada tanggal 28
Oktober 1928 di Jakarta, barulah isi dari dari sumpah pemuda ini
dikumandangkan, lihat saja isi dari sumpahnya:: 1. Kami putra dan putri
Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. 2. Kami putra
dan putri Indonesia mengaku bertanah air satu, tanah air Indonesia. 3.
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa
Indonesia. yang menjadi pertanyaan adalah dimanakah peran pemuda Islam
kala itu? dan kenapa tidak ada satupun peran agama dalam putusan
kata-kata sumpah pemuda itu?
Ikatan Yang Rapuh
Jika kita
mecermati sumpah pemuda ini dengan seksama akan kita dapati begitu lemah
dan rapuhnya ikatan yang mengikat sumpah pemuda ini. Karena
nasionalisme tidak layak untuk dijadikan pengikat di antara pemuda
apatah lagi warga Indonesia. Kenapa bisa begitu?
Pertama, karena
mutu ikatannya rendah, sehingga tidak mampu mengikat antara manusia satu
dengan manusia lainnya tatkala menuju kebangkitan dan kemajuan. Kedua,
karena ikatannya bersifat emosional, yang selalu didasarkan pada
perasaan yang muncul secara spontan dari naluri mempertahankan diri,
yaitu untuk membela diri. Disamping itu sangat berpeluang untuk
berubah-ubah, sehingga tidak bisa dijadikan ikatan yang lang¬geng antara
manusia satu dengan yang lain. Ketiga, karena ikatannya bersifat
temporal, yakni muncul saat membela diri karena datangnya ancaman.
Sedangkan dalam keadaan stabil, yaitu keadaan normal, ikatan ini tiada
lagi berarti. Dengan demikian, tidak bisa dijadikan pengikat antara
sesama manusia.
Oleh karena itu di saat ini ada dan tidak adanya
sumpah pemuda itu, kondisi negeri ini sama saja. Bahkan lebih buruk.
seharusnya pemuda sebagai corong perubahan dapat berfikir secara
mendalam guna menyelamatkan negeri ini dari kehancuran. Sudah saatnya
pemuda menjadikan Islam sebagai pengikat idealismenya. itulah ikatan
aqidah Islamiyah. Satu-satunya ikatan yang akan mengikat baik dunia
maupun akhirat.
Tidak layak pemuda saat ini memperjuangkan
nasionalisme apatah lagi kapitalisme-demokrasi. oleh karenanya ditengah
kondisi bangsa yang tengah berada dalam cengkraman Kapitalisme-demokrasi
ditambah lagi para penguasa yang tiran, seharusnya para pemuda
khususnya mahasiswa mampu tampil sebagai juru selamat atas permasalahan
yang melanda bangsa ini. Daya nalar yang kritis ditopang dengan naluri
perubahan yang terus menggelora menjadikan dirinya sebagai lokomotif
perubahan yang akan membawa negeri ini ke arah yang lebih baik. Tentunya
harapan mahasiswa tidak lagi mengambil sistem Demokrasi yang lahir dari
rahim Kapitalisme.
Dengan daya analisis dan kritis yang cukup baik
mahasiswa wajib tidak berharap pada sistem Demokrasi. Prinsip dari
rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat yang selama ini dikumandangkan dan
disuarakan oleh para pemuja Demokrasi hanyalah ilusi dan omong kosong
belaka. Yang pada faktanya gagal mewujudkan kesejahteraan dan tidak bisa
lagi dipertahankan apatah lagi jika berharap pada sistem
Sosialis-komunisme juga tidak bisa lagi dharapkan karena sejak dulu
telah menemui ajalnya dan tidak akan bisa bangkit lagi. Jadi sistem
apakah yang berhak menggantikan sistem Demokrasi? jawabannya adalah
sistem Islam yang berasal dari Sang Maha Benar. itulah Ideologi Islam.
Artinya saat ini kita hanyalah berharap pada sistem Islam guna mengawal
peradaban najis Demokrasi menemui ajalnya dan digantikan dengan sistem
syariah Islam. menuju negeri yang aman sentosa. negeri yang Rahmatan lil
Alamin.
Oleh karena itu, setelah kami melihat fakta sumpah pemuda
yang hanya ilusi Demokrasi dan tidak mampu menjawab tantangan ideologi
penjajah maka kami mahasiswa Indonesia telah bersumpah yang tertera
dalam sumpah mahasiswa islam indonesia (KMII,18/10/2009), bahwa :
1.
Dengan sepenuh jiwa kami yakin bahwa sistem sekuler baik dalam
bentuk Kapitalisme-demokrasi maupun Sosialis-komunis adalah sumber
penderitaan rakyat dan sangat membahayakan eksistensi Indonesia dan
negeri-negeri muslim lainnya.
2. Dengan sepenuh jiwa kami
yakin bahwa kedaulatan sepenuhnya harus dikembalikan kepada ALLAH SWT –
Sang Pencipta Alam Semesta Manusia dan Kehidupan- untuk menentukan masa
depan Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya.
3. Dengan
sepenuh jiwa kami akan terus berjuang tanpa lelah untuk tegaknya syariah
Islam dalam naugan negara Khilafah Islamiyah sebagai solusi tuntas
problematika masyarakat Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya.
4. Dengan sepenuh jiwa kami menyatakan kepada semua pihak bahwa
perjuangan yang kami lakukan adalah dengan seruan dan tantangan
intelektual tanpa kekerasan.
5. Dengan sepenuh jiwa kami
menyatakan bahwa perjuangan yang kami lakukan bukanlah sebatas tuntutan
sejarah tetapi adalah konsekuensi iman yang mendalam kepada ALLAH SWT.
Olehnya itu sangat tepat jika kita mengatakan sumpah pemuda sudah di
ujung tanduk karena jika sumpah seperti ini tetap dipertahankan,
tunggulah kehancuran negeri ini. bersumpahlah hanya untuk ALLAH demi
menegakkan yang hak berdasar pada aqidah Islam bukan pada aqidah
pancasila ataupun aqidah sekuler. karenanya saya sampaikan pesan kepada
seluruh pemuda Islam khususnya mahasiswa Islam “BERJUANGLAH DEMI
TEGAKNYA IDEOLOGI ISLAM….!!!, salam perjuangan.
Sumber referensi : Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Untuk Museum, lihat Museum Sumpah Pemuda., Zulkifly hasan Kompasiana,
medis(media ideologis) edisi oktober 2012., Peraturan Hidup Dalam
Islam(Taqiyuddin an-Nabhani hal 43-45)cetakan 1422 H/2001 M., hosted @ hostemple.com., Partisipasi Penuh Pemuda Menyongsong kebangkitan islam. (mediaumat.com, 28/10/2012)., Teks Sumpah (KMII,18/10/2009).
blog ini ingin menyampaikan sesuatu yang selama ini tidak terungkap di publik yang jelas-jelas ini insya allah berasal dari ilmu-ilmu para ulama yang mahsyur
Selasa, 20 Oktober 2015
Tholabun Nushroh Aktivitas Politik Rosulullah SAW
1. Bismillaahirrahmaanirrahiim
2. Salah satu pertanyaan yang sering muncul baik dari Syabab Hizbut Tahrir maupun pihak luar adalah aktifitas Thalbun Nushrah | Bahkan bagi mereka yang belum paham, aktifitas ini juga dianggap remeh
3. Yang tidak mengetahui shirah Rosul mengatakan ‘Rasulullah tidak pernah melakukan aktifitas Tholabun Nushroh. Rosul ke Thaif untuk berdakwah’ | Yang sama sekali tidak tahu apa itu Thalabun Nushroh juga mengatakan ‘Tholabun Nushroh hanya untuk Rosul. Sahabat tidak pernah melakukannya’ | Lha wong zaman sahabat Khilafah sudah tegak, Islam sudah kuat, masa iya sahabat melakukan Thalabun Nushroh? squint emotikon | Ada-ada saja komentarnya | Sejak Khilafah berdiri di Madinah, Rosul juga sudah tidak melakukan aktifitas ini | Karena ini memang aktifitas sebelum Khilafah tegak
4. Ada juga yang mengatasnamakan berjuang demi Islam namun ketika mendengar kata Thalabun Nushroh sebagai menerima kekuasaan mereka mengatakan | ‘Enak sekali Hizbut Tahrir, tidak berjuang, tidak angkat senjata, giliran wilayah dikuasai Mujahidin meminta kekuasaan itu’ | Sebenarnya mereka berjuang untuk Islam atau bukan? | Bukankah yang ditawarkan Hizbut Tahrir adalah tegaknya Syariat Islam? | Kenapa komentar itu keluar kalau tujuannya sama-sama untuk Islam?
5. Baik, kita mulai pembahasan Tholabun Nushroh | Kita akan awali dengan maknanya terlebih dahulu
6. Thalabun-Nushrah adalah aktivitas mencari perlindungan dan kekuasaan yang dilakukan partai politik islam pada penghujung tahapan kedua dakwah atau tahapan berinteraksi dengan umat (at-tafa’ul ma’a al-ummah) | Jadi Thalabun-Nushrah merupakan aktifitas yang dilakukan pada penghujung tahap (marhalah) dakwah kedua (sebelum tahapan dakwah ketiga, pengambilalihan kekuasaan atau marhalah Istilâm al-hukm) | Jadi bukan tahapan dakwah itu sendiri
7. Thalabun Nushroh memilik dua tujuan | 1. Untuk mendapatkan perlindungan atau himayah bagi para pengemban dakwah beserta kegiatan dakwahnya | Ini bisa dilihat ketika Rasulullah mendapatkan jaminan keamanan dari Abu Thalib | 2. Untuk mendapatkan kekuasaan yang akan menegakkan hukum Allah dengan tegaknya Khilafah | Ini bisa dilihat ketika Rasulullah mendapatkan jaminan keamanan untuk penegakkan Negara Islam oleh kaum Anshor di Madinah
8. Dan perlu ditekankan disini bahwa aktifitas Thalabun Nushroh merupakan thoriqoh (metode) dakwah Rosul | Dimana metode ini sudah baku dan tak bisa ditawar lagi | Jadi, thalabun Nushroh bukanlah uslub (cara) dimana bisa berubah-ubah sesuai situasi dan kondisi
9. Oleh sebab itu, siapapun yang ingin menegakkan Khilafah Ala Minhajin Nubuwwah harus melalui proses ini | Thalabun Nushroh
10. Mari kita lihat perjalanan dakwah Rasulullah saw dalam melakukan aktifitas thalabun Nushroh ini | Beliau memulai melakukannya pada tahun ke-8 kenabian, khususnya setelah wafatnya paman beliau Abu Thalib dan istri beliau Khadijah, dan semakin meningkatnya gangguan fisik dari kaum Quraisy kepada beliau | Rasulullah saw. melakukan thalabun-Nushrah kepada banyak kabilah, baik di kampung kabilah itu sendiri maupun di tempat-tempat mereka saat musim Haji di Makkah
11. Ibnu Saad dalam kitabnya At-Thabaqat menyebutkan 15 kabilah yang didatangi Rasulullah saw. dalam rangka thalabun-Nushrah | Mereka adalah kabilah Kindah, Hanifah, Bani ‘Amir bin Sha’sha’ah, Kalb, Bakar bin Wail, Hamdan, dan lain-lain | Kepada setiap kabilah Rasulullah saw. mengajak mereka untuk beriman dan memberi Nushrah kepada beliau untuk memberikan kekuasaan demi tegaknya agama Allah
12. Ibn Katsir menyatakan di dalam sirah dari Ali bin Abi Thalib, ia berkata | Ketika Allah memerintahkan rasul-Nya untuk menyodorkan diri beliau kepada kabilah-kabilah Arab, beliau keluar dan saya dan Abu Bakar bersama beliau ke Mina hingga kami datangi majelis-majelis orang Arab
13. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibn Katsir dari Ibn Abbas dari al-‘Abbas ia berkata: Rasulullah saw bersabda kepadaku | Saya tidak melihat padamu dan saudaramu perlindungan | Apakah engkau mau menemaniku keluar ke pasar besok, hingga kita berdiam di tempat-tempat singgah kabilah-kabilah orang –dan mereka adalah sekumpulan orang Arab-“ | Al-‘Abbas berkata, “Maka aku katakan, ini Kindah dan kemahnya, dan mereka adalah orang yang terbaik yang menunaikan Haji dari orang Yaman | Ini tempat singgah Bakar bin Wail | Ini tempat singgah Bani Amir bin Sha’sha’ah | Pilihlah untuk dirimu.” Al-‘Abbas berkata: “Maka beliau memulai dengan Kindah dan beliau mendatangi mereka”
14. Dan aktifitas mendatangi kabilah-kabilah ini bukan semata-mata berdakwah kepada mereka agar masuk Islam melainkan juga meminta mereka untuk melindungi dakwah Rasulullah dengan terbentuknya Negara | Jadi keliru kalau ada yang mengatakan aktifitas ini hanya untuk berdakwah semata dan bukan meminta perlindungan untuk menegakkan Negara yang akan menerapkan Syariat Islam
15. Karena itu, Bani ‘Amir bin Sha’sha’ah, ketika Rasul saw meminta nushrahnya. Mereka berkata: | “Bagaimana pandanganmu jika kami membai’atmu atas urusanmu, kemudian Allah memenangkanmu atas orang yang menyelisihimu, apakah perkara (kekuasaan) sesudahmu menjadi milik kami? Rasul menjawab, “Perkara (kekuasaan) ada pada Allah, Dia akan serahkan sesuai kehendak-Nya.” Al-‘Abbas berkata: “Maka salah seorang berkata kepada beliau: “Apakah kami dikorbankan orang Arab untuk melidungimu dan jika Allah memenangkanmu, urusan (kekuasaan) untuk selain kami! Kami tidak ada keperluan dengan urusanmu. Lalu mereka menolak beliau”
16. Disini bisa dilihat bahwa mereka mengetahui bahwa nuhsrah tersebut adalah untuk menegakan negara. Maka mereka ingin menjadi penguasanya setelah Rasulullah saw
17. Demikian juga Bani Syaiban berkata kepada Rasul saw ketika beliau meminta nushrahnya: | “Sungguh kami tinggal di antara dua bahaya”. Rasul bersabda: “apakah dua bahaya itu?” Ia berkata: “Sungai Kisra dan perairan al-Arab. Sesungguhnya kami tinggal di atas perjanjian yang diambil oleh Kisra atas kami, bahwa kami tidak membuat insiden dan tidak mendukung pembuat insiden. Dan saya melihat perkara yang engkau minta termasuk apa yang tidak disukai oleh para raja. Jika engkau ingin kami mendukungmu dan menolongmu dari apa yang mengikuti perairan Arab, kami lakukan.” Rasululah saw pun bersabda: “Engkau tidak berlaku buruk dalam menolak, sebab engkau menjelaskan dengan jujur. Dan sesungguhnya agama Allah itu, tidak akan menolongnya kecuali orang yang melingkupinya dari segala sisinya”
18. Jadi mereka memahami bahwa Nushrah itu berarti pemerintahan dan jihad melawan orang Arab dan non Arab | Maka mereka setuju memerangi orang Arab, dan tidak setuju memerangi Persia.
19. Lalu dari mana kita mengetahui bahwa Thalabun Nushroh adalah Thariqah dakwah Rosul dan bukan uslub yang bisa berubah-ubah?
20. Kita bisa melihat dari sikap Rasulullah yang tidak berubah | Penolakan demi penolakan yang datang beruntun silih berganti | Namun, Rasulullah saw. tidak mengubah cara ini dengan cara lain dan terus memegang teguh cara ini dengan gigih walaupun sering menghadapi kegagalan dan penolakan
21. Ini merupakan qarinah (indikasi) yang jazim (tegas) bahwa thalabun-Nushrah yang dilakukan Rasulullah saw. adalah suatu kewajiban dan perintah syar’i, yakni perintah dari Allah SWT, bukan inisiatif Rasulullah saw. sendiri atau sekadar tuntutan keadaan
22. Dari sini pula kita bisa memahami bahwa satu-satunya metode yang sahih untuk mendapatkan kekuasaan dan mendirikan Khilafah adalah thalabun-Nushrah | Bukan dengan cara-cara lain semisal mendirikan masjid, rumah sakit, sekolah atau menolong kaum fakir-miskin dan mengajak pada akhlaqul karimah | Ini semua amal salih, tetapi bukan metode menegakkan Khilafah
23. Metodenya bukan pula dengan mengangkat senjata memerangi penguasa, atau dengan terjun ke politik praktis dengan masuk parlemen atau pemerintahan secular | Bukan pula dengan pengerahan massa (people power) untuk menggulingkan kekuasaan
24. Itu terkait peristiwa Thalabun Nushroh | Sekarang kita akan melihat kepada siapa Nushroh itu diminta dan siapa saja mereka
25. Tentu Nushroh ini diminta dari Ahlun Nushroh atau Ahlul Quwwah | yaitu orang-orang yang berkemampuan untuk memberikan kekuasaan | Mereka bisa jadi adalah orang-orang yang sedang memegang kekuasaan, misalnya panglima militer | Atau bisa jadi tidak sedang memegang kekuasaan, namun memiliki pengaruh yang kuat kepada masyarakat | Misalnya kepala kabilah termasuk aliansi jihad atau Mujahidin yang sudah menguasai satu wilayah penuh
26. Berikut adalah beberapa point penting terkait Ahlun Nushroh
27. Pertama | Ahlun Nushrah haruslah sebuah kelompok (jama’ah), bukan individu. Sebab, Rasulullah saw. hanya meminta Nushrah dari kelompok, bukan dari individu-individu, kecuali individu itu adalah representasi dari sebuah kelompok | Ini bisa dilihat dari Rasulullah saw. mendatangi kabilah Tsaqif di Thaif, yang kedudukan kabilah itu setara dengan Negara | Beliau juga mendatangi Bani ‘Amir bin Sha’sha’ah sebagai individu-individu yang merepresentasikan sebuah Negara
28. Kedua | Ahlun Nushrah haruslah kelompok yang kuat, yakni berkemampuan menyerahkan kekuasaan, termasuk mampu mempertahan-kan Khilafah kalau sudah berdiri | Rasulullah saw. pernah meminta Nushrah dari kabilah Bakar bin Wail. Namun, Rasulullah saw. kemudian membatalkannya setelah tahu kabilah itu tidak berkemampuan. Rasulullah saw. bertanya kepada kabilah Bakar bin Wail, “Berapa jumlah kalian?” Mereka menjawab, “Banyak, seperti butiran tanah.” Rasulullah saw. bertanya lagi, “Bagaimana kekuatan kalian?” Mereka menjawab, “Tak ada kekuatan (laa mana’ah). Kami bertetangga dengan Persia, tetapi kami tak mampu melindungi kami dari mereka…” Akhirnya Rasulullah saw. hanya mengajak mereka ingat kepada Allah dan mengabarkan kerasulan beliau
29. Ketiga | Ahlun Nushrah wajib orang-orang muslim, tak boleh non-muslim | Beliau meminta mereka beriman lebih dulu, setelah itu baru meminta mereka memberikan perlindungan kepada Rasulullah saw. Ini jika Nushrah yang diminta berupa dukungan untuk memperoleh kekuasaan. Adapun jika untuk kepentingan perlindungan pribadi (himayah syakhshiyah), boleh berasal dari non-muslim, seperti halnya Rasulullah saw. yang mendapat perlindungan dari paman beliau Abu Thalib yang non-muslim
30. Keempat | Ahlun Nushrah haruslah orang-orang yang mendukung syariah dan Khilafah, bukan orang yang memusuhi islam seperti kaum sekular, liberal, dsb | Rasulullah saw. mendapatkan Nushrah dari kabilah Aus dan Khazraj setelah kedua kabilah itu mendapatkan pengajaran agama Islam dari Mushab bin Umair ra. di Madinah
31. Kelima | Ahlun Nushrah harus berada sepenuhnya di bawah kendali partai politik yang mereka dukung, bukan menjadi kekuatan terpisah di luar kontrol | Ini dapat dilihat dari bagaimana Rasulullah saw. mengendalikan sepenuhnya kabilah Aus dan Khazraj yang memberikan Nushrah | Misalnya, Rasulullah saw. meminta kabilah Aus dan Khazraj untuk memilih 12 orang dari mereka sebagai wakil mereka untuk bermusyawarah dengan Rasulullah saw | Rasulullah saw. juga melarang kabilah Aus dan Khazraj untuk memerangi penduduk Mina | Ini menunjukkan semua urusan Ahlun Nushrah berada sepenuhnya di bawah kendali Rasulullah saw
32. Keenam | Ahlun Nushrah tidak dibenarkan meminta kompensasi atau konsesi tertentu sebagai imbalan melakukan thalabun-Nushrah, misalnya meminta jabatan tertentu setelah Khilafah berdiri | Ini tampak jelas dari penolakan Rasulullah saw. terhadap permintaan kabilah Bani ‘Amir bin Sha’sha’ah yang mensyaratkan agar setelah Rasululah saw. meninggal kekuasaan diserahkan kepada mereka
33. Ketujuh | Ahlun Nushrah disyaratkan tidak terikat dengan perjanjian internasional yang bertentangan dengan dakwah, sementara mereka pun tak mampu melepaskan diri dari perjanjian internasional itu | Jadi, tak diterima, misalnya, Ahlun Nushrah yang masih terikat dengan perjanjian Camp David dengan AS untuk melindungi Israel | Hal ini karena Rasulullah saw. dulu tidak jadi meminta Nushrah dari kabilah Bani Syaiban, karena mereka masih terikat perjanjian dengan Kerajaan Persia untuk tidak saling menyerang, sedang mereka pun tidak mampu melepaskan diri dari perjanjian itu
34. Lalu siapa yang bisa melakukan aktifitas Thalabun Nushroh ini ? | Thalabun-Nushrah adalah aktivitas yang berat sekaligus berisiko | Tidak setiap anggota Hizbut Tahrir mampu memikul tugas mulia ini | Maka dari itu, thalabun-Nushrah tak menjadi kewajiban umum untuk setiap anggota, namun hanya menjadi kewajiban sebagian anggotanya saja
35. Inilah yang dilakukan oleh Hizb yang dimulai dari tahun enam puluhan pada abad dua puluh dan Hizb masih terus melakukannya hingga saat ini
36. Kami memohon kepada Allah SWT agar memuliakan umat ini dengan para penolong (anshar) yang mengembalikan jejak langkah kaum Anshar yang pertama, sehingga daulah islam ditegakkan, daulah al-Khilafah ar-Rasyidah, dan rayah al-‘Uqab, Rayah Rasulullah saw berkibar di ketinggian | Dan pada hari itu orang-orang Mukmin bergembira karena pertolongan Allah
.
.
.
.
.
.
.
Share agar saudara semuslim lainnya mengetahui informasi ini | Ini pula bagian dari dakwah | Siapa tahu ada dari pihak Ahlul Quwwah yang membaca ini dan tercerahkan sebagaimana tanggungjawab mereka terhadap Umat dan Agama Allah
2. Salah satu pertanyaan yang sering muncul baik dari Syabab Hizbut Tahrir maupun pihak luar adalah aktifitas Thalbun Nushrah | Bahkan bagi mereka yang belum paham, aktifitas ini juga dianggap remeh
3. Yang tidak mengetahui shirah Rosul mengatakan ‘Rasulullah tidak pernah melakukan aktifitas Tholabun Nushroh. Rosul ke Thaif untuk berdakwah’ | Yang sama sekali tidak tahu apa itu Thalabun Nushroh juga mengatakan ‘Tholabun Nushroh hanya untuk Rosul. Sahabat tidak pernah melakukannya’ | Lha wong zaman sahabat Khilafah sudah tegak, Islam sudah kuat, masa iya sahabat melakukan Thalabun Nushroh? squint emotikon | Ada-ada saja komentarnya | Sejak Khilafah berdiri di Madinah, Rosul juga sudah tidak melakukan aktifitas ini | Karena ini memang aktifitas sebelum Khilafah tegak
4. Ada juga yang mengatasnamakan berjuang demi Islam namun ketika mendengar kata Thalabun Nushroh sebagai menerima kekuasaan mereka mengatakan | ‘Enak sekali Hizbut Tahrir, tidak berjuang, tidak angkat senjata, giliran wilayah dikuasai Mujahidin meminta kekuasaan itu’ | Sebenarnya mereka berjuang untuk Islam atau bukan? | Bukankah yang ditawarkan Hizbut Tahrir adalah tegaknya Syariat Islam? | Kenapa komentar itu keluar kalau tujuannya sama-sama untuk Islam?
5. Baik, kita mulai pembahasan Tholabun Nushroh | Kita akan awali dengan maknanya terlebih dahulu
6. Thalabun-Nushrah adalah aktivitas mencari perlindungan dan kekuasaan yang dilakukan partai politik islam pada penghujung tahapan kedua dakwah atau tahapan berinteraksi dengan umat (at-tafa’ul ma’a al-ummah) | Jadi Thalabun-Nushrah merupakan aktifitas yang dilakukan pada penghujung tahap (marhalah) dakwah kedua (sebelum tahapan dakwah ketiga, pengambilalihan kekuasaan atau marhalah Istilâm al-hukm) | Jadi bukan tahapan dakwah itu sendiri
7. Thalabun Nushroh memilik dua tujuan | 1. Untuk mendapatkan perlindungan atau himayah bagi para pengemban dakwah beserta kegiatan dakwahnya | Ini bisa dilihat ketika Rasulullah mendapatkan jaminan keamanan dari Abu Thalib | 2. Untuk mendapatkan kekuasaan yang akan menegakkan hukum Allah dengan tegaknya Khilafah | Ini bisa dilihat ketika Rasulullah mendapatkan jaminan keamanan untuk penegakkan Negara Islam oleh kaum Anshor di Madinah
8. Dan perlu ditekankan disini bahwa aktifitas Thalabun Nushroh merupakan thoriqoh (metode) dakwah Rosul | Dimana metode ini sudah baku dan tak bisa ditawar lagi | Jadi, thalabun Nushroh bukanlah uslub (cara) dimana bisa berubah-ubah sesuai situasi dan kondisi
9. Oleh sebab itu, siapapun yang ingin menegakkan Khilafah Ala Minhajin Nubuwwah harus melalui proses ini | Thalabun Nushroh
10. Mari kita lihat perjalanan dakwah Rasulullah saw dalam melakukan aktifitas thalabun Nushroh ini | Beliau memulai melakukannya pada tahun ke-8 kenabian, khususnya setelah wafatnya paman beliau Abu Thalib dan istri beliau Khadijah, dan semakin meningkatnya gangguan fisik dari kaum Quraisy kepada beliau | Rasulullah saw. melakukan thalabun-Nushrah kepada banyak kabilah, baik di kampung kabilah itu sendiri maupun di tempat-tempat mereka saat musim Haji di Makkah
11. Ibnu Saad dalam kitabnya At-Thabaqat menyebutkan 15 kabilah yang didatangi Rasulullah saw. dalam rangka thalabun-Nushrah | Mereka adalah kabilah Kindah, Hanifah, Bani ‘Amir bin Sha’sha’ah, Kalb, Bakar bin Wail, Hamdan, dan lain-lain | Kepada setiap kabilah Rasulullah saw. mengajak mereka untuk beriman dan memberi Nushrah kepada beliau untuk memberikan kekuasaan demi tegaknya agama Allah
12. Ibn Katsir menyatakan di dalam sirah dari Ali bin Abi Thalib, ia berkata | Ketika Allah memerintahkan rasul-Nya untuk menyodorkan diri beliau kepada kabilah-kabilah Arab, beliau keluar dan saya dan Abu Bakar bersama beliau ke Mina hingga kami datangi majelis-majelis orang Arab
13. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibn Katsir dari Ibn Abbas dari al-‘Abbas ia berkata: Rasulullah saw bersabda kepadaku | Saya tidak melihat padamu dan saudaramu perlindungan | Apakah engkau mau menemaniku keluar ke pasar besok, hingga kita berdiam di tempat-tempat singgah kabilah-kabilah orang –dan mereka adalah sekumpulan orang Arab-“ | Al-‘Abbas berkata, “Maka aku katakan, ini Kindah dan kemahnya, dan mereka adalah orang yang terbaik yang menunaikan Haji dari orang Yaman | Ini tempat singgah Bakar bin Wail | Ini tempat singgah Bani Amir bin Sha’sha’ah | Pilihlah untuk dirimu.” Al-‘Abbas berkata: “Maka beliau memulai dengan Kindah dan beliau mendatangi mereka”
14. Dan aktifitas mendatangi kabilah-kabilah ini bukan semata-mata berdakwah kepada mereka agar masuk Islam melainkan juga meminta mereka untuk melindungi dakwah Rasulullah dengan terbentuknya Negara | Jadi keliru kalau ada yang mengatakan aktifitas ini hanya untuk berdakwah semata dan bukan meminta perlindungan untuk menegakkan Negara yang akan menerapkan Syariat Islam
15. Karena itu, Bani ‘Amir bin Sha’sha’ah, ketika Rasul saw meminta nushrahnya. Mereka berkata: | “Bagaimana pandanganmu jika kami membai’atmu atas urusanmu, kemudian Allah memenangkanmu atas orang yang menyelisihimu, apakah perkara (kekuasaan) sesudahmu menjadi milik kami? Rasul menjawab, “Perkara (kekuasaan) ada pada Allah, Dia akan serahkan sesuai kehendak-Nya.” Al-‘Abbas berkata: “Maka salah seorang berkata kepada beliau: “Apakah kami dikorbankan orang Arab untuk melidungimu dan jika Allah memenangkanmu, urusan (kekuasaan) untuk selain kami! Kami tidak ada keperluan dengan urusanmu. Lalu mereka menolak beliau”
16. Disini bisa dilihat bahwa mereka mengetahui bahwa nuhsrah tersebut adalah untuk menegakan negara. Maka mereka ingin menjadi penguasanya setelah Rasulullah saw
17. Demikian juga Bani Syaiban berkata kepada Rasul saw ketika beliau meminta nushrahnya: | “Sungguh kami tinggal di antara dua bahaya”. Rasul bersabda: “apakah dua bahaya itu?” Ia berkata: “Sungai Kisra dan perairan al-Arab. Sesungguhnya kami tinggal di atas perjanjian yang diambil oleh Kisra atas kami, bahwa kami tidak membuat insiden dan tidak mendukung pembuat insiden. Dan saya melihat perkara yang engkau minta termasuk apa yang tidak disukai oleh para raja. Jika engkau ingin kami mendukungmu dan menolongmu dari apa yang mengikuti perairan Arab, kami lakukan.” Rasululah saw pun bersabda: “Engkau tidak berlaku buruk dalam menolak, sebab engkau menjelaskan dengan jujur. Dan sesungguhnya agama Allah itu, tidak akan menolongnya kecuali orang yang melingkupinya dari segala sisinya”
18. Jadi mereka memahami bahwa Nushrah itu berarti pemerintahan dan jihad melawan orang Arab dan non Arab | Maka mereka setuju memerangi orang Arab, dan tidak setuju memerangi Persia.
19. Lalu dari mana kita mengetahui bahwa Thalabun Nushroh adalah Thariqah dakwah Rosul dan bukan uslub yang bisa berubah-ubah?
20. Kita bisa melihat dari sikap Rasulullah yang tidak berubah | Penolakan demi penolakan yang datang beruntun silih berganti | Namun, Rasulullah saw. tidak mengubah cara ini dengan cara lain dan terus memegang teguh cara ini dengan gigih walaupun sering menghadapi kegagalan dan penolakan
21. Ini merupakan qarinah (indikasi) yang jazim (tegas) bahwa thalabun-Nushrah yang dilakukan Rasulullah saw. adalah suatu kewajiban dan perintah syar’i, yakni perintah dari Allah SWT, bukan inisiatif Rasulullah saw. sendiri atau sekadar tuntutan keadaan
22. Dari sini pula kita bisa memahami bahwa satu-satunya metode yang sahih untuk mendapatkan kekuasaan dan mendirikan Khilafah adalah thalabun-Nushrah | Bukan dengan cara-cara lain semisal mendirikan masjid, rumah sakit, sekolah atau menolong kaum fakir-miskin dan mengajak pada akhlaqul karimah | Ini semua amal salih, tetapi bukan metode menegakkan Khilafah
23. Metodenya bukan pula dengan mengangkat senjata memerangi penguasa, atau dengan terjun ke politik praktis dengan masuk parlemen atau pemerintahan secular | Bukan pula dengan pengerahan massa (people power) untuk menggulingkan kekuasaan
24. Itu terkait peristiwa Thalabun Nushroh | Sekarang kita akan melihat kepada siapa Nushroh itu diminta dan siapa saja mereka
25. Tentu Nushroh ini diminta dari Ahlun Nushroh atau Ahlul Quwwah | yaitu orang-orang yang berkemampuan untuk memberikan kekuasaan | Mereka bisa jadi adalah orang-orang yang sedang memegang kekuasaan, misalnya panglima militer | Atau bisa jadi tidak sedang memegang kekuasaan, namun memiliki pengaruh yang kuat kepada masyarakat | Misalnya kepala kabilah termasuk aliansi jihad atau Mujahidin yang sudah menguasai satu wilayah penuh
26. Berikut adalah beberapa point penting terkait Ahlun Nushroh
27. Pertama | Ahlun Nushrah haruslah sebuah kelompok (jama’ah), bukan individu. Sebab, Rasulullah saw. hanya meminta Nushrah dari kelompok, bukan dari individu-individu, kecuali individu itu adalah representasi dari sebuah kelompok | Ini bisa dilihat dari Rasulullah saw. mendatangi kabilah Tsaqif di Thaif, yang kedudukan kabilah itu setara dengan Negara | Beliau juga mendatangi Bani ‘Amir bin Sha’sha’ah sebagai individu-individu yang merepresentasikan sebuah Negara
28. Kedua | Ahlun Nushrah haruslah kelompok yang kuat, yakni berkemampuan menyerahkan kekuasaan, termasuk mampu mempertahan-kan Khilafah kalau sudah berdiri | Rasulullah saw. pernah meminta Nushrah dari kabilah Bakar bin Wail. Namun, Rasulullah saw. kemudian membatalkannya setelah tahu kabilah itu tidak berkemampuan. Rasulullah saw. bertanya kepada kabilah Bakar bin Wail, “Berapa jumlah kalian?” Mereka menjawab, “Banyak, seperti butiran tanah.” Rasulullah saw. bertanya lagi, “Bagaimana kekuatan kalian?” Mereka menjawab, “Tak ada kekuatan (laa mana’ah). Kami bertetangga dengan Persia, tetapi kami tak mampu melindungi kami dari mereka…” Akhirnya Rasulullah saw. hanya mengajak mereka ingat kepada Allah dan mengabarkan kerasulan beliau
29. Ketiga | Ahlun Nushrah wajib orang-orang muslim, tak boleh non-muslim | Beliau meminta mereka beriman lebih dulu, setelah itu baru meminta mereka memberikan perlindungan kepada Rasulullah saw. Ini jika Nushrah yang diminta berupa dukungan untuk memperoleh kekuasaan. Adapun jika untuk kepentingan perlindungan pribadi (himayah syakhshiyah), boleh berasal dari non-muslim, seperti halnya Rasulullah saw. yang mendapat perlindungan dari paman beliau Abu Thalib yang non-muslim
30. Keempat | Ahlun Nushrah haruslah orang-orang yang mendukung syariah dan Khilafah, bukan orang yang memusuhi islam seperti kaum sekular, liberal, dsb | Rasulullah saw. mendapatkan Nushrah dari kabilah Aus dan Khazraj setelah kedua kabilah itu mendapatkan pengajaran agama Islam dari Mushab bin Umair ra. di Madinah
31. Kelima | Ahlun Nushrah harus berada sepenuhnya di bawah kendali partai politik yang mereka dukung, bukan menjadi kekuatan terpisah di luar kontrol | Ini dapat dilihat dari bagaimana Rasulullah saw. mengendalikan sepenuhnya kabilah Aus dan Khazraj yang memberikan Nushrah | Misalnya, Rasulullah saw. meminta kabilah Aus dan Khazraj untuk memilih 12 orang dari mereka sebagai wakil mereka untuk bermusyawarah dengan Rasulullah saw | Rasulullah saw. juga melarang kabilah Aus dan Khazraj untuk memerangi penduduk Mina | Ini menunjukkan semua urusan Ahlun Nushrah berada sepenuhnya di bawah kendali Rasulullah saw
32. Keenam | Ahlun Nushrah tidak dibenarkan meminta kompensasi atau konsesi tertentu sebagai imbalan melakukan thalabun-Nushrah, misalnya meminta jabatan tertentu setelah Khilafah berdiri | Ini tampak jelas dari penolakan Rasulullah saw. terhadap permintaan kabilah Bani ‘Amir bin Sha’sha’ah yang mensyaratkan agar setelah Rasululah saw. meninggal kekuasaan diserahkan kepada mereka
33. Ketujuh | Ahlun Nushrah disyaratkan tidak terikat dengan perjanjian internasional yang bertentangan dengan dakwah, sementara mereka pun tak mampu melepaskan diri dari perjanjian internasional itu | Jadi, tak diterima, misalnya, Ahlun Nushrah yang masih terikat dengan perjanjian Camp David dengan AS untuk melindungi Israel | Hal ini karena Rasulullah saw. dulu tidak jadi meminta Nushrah dari kabilah Bani Syaiban, karena mereka masih terikat perjanjian dengan Kerajaan Persia untuk tidak saling menyerang, sedang mereka pun tidak mampu melepaskan diri dari perjanjian itu
34. Lalu siapa yang bisa melakukan aktifitas Thalabun Nushroh ini ? | Thalabun-Nushrah adalah aktivitas yang berat sekaligus berisiko | Tidak setiap anggota Hizbut Tahrir mampu memikul tugas mulia ini | Maka dari itu, thalabun-Nushrah tak menjadi kewajiban umum untuk setiap anggota, namun hanya menjadi kewajiban sebagian anggotanya saja
35. Inilah yang dilakukan oleh Hizb yang dimulai dari tahun enam puluhan pada abad dua puluh dan Hizb masih terus melakukannya hingga saat ini
36. Kami memohon kepada Allah SWT agar memuliakan umat ini dengan para penolong (anshar) yang mengembalikan jejak langkah kaum Anshar yang pertama, sehingga daulah islam ditegakkan, daulah al-Khilafah ar-Rasyidah, dan rayah al-‘Uqab, Rayah Rasulullah saw berkibar di ketinggian | Dan pada hari itu orang-orang Mukmin bergembira karena pertolongan Allah
.
.
.
.
.
.
.
Share agar saudara semuslim lainnya mengetahui informasi ini | Ini pula bagian dari dakwah | Siapa tahu ada dari pihak Ahlul Quwwah yang membaca ini dan tercerahkan sebagaimana tanggungjawab mereka terhadap Umat dan Agama Allah
Minggu, 18 Oktober 2015
vidio seputar dr zakir naik
dokter zakirnaik dalam mendakwahkan islam didalamnya selalu terjadi prdebtan, yang tentuny beliau selalu membandingkan islam dan agama-agama lain. inilah beberapa vidio seminar-seminar yang beliau hadiri.......
Langganan:
Postingan (Atom)

